Selasa, 18 Juni 2013

SABAR

SABAR

Lima huruf diatas sepertinya mudah sekali di ucapkan tapi susah untuk di aplikasikan dalam kehidupan
sehari - hari *ini pendapat pribadi lho ya :p

Waktu lagi ada masalah, aku sering denger kalimat...
"sabar aja ya, pasti ada jalan keluarnya"
"sekarang kamu jalani aja dulu, yang sabar" atau...
"orang sabar itu di sayang Tuhan, jadi kamu coba yang sabar aja ya"

Bukannya aku gak mau denger kalimat - kalimat tadi, tapi aku sendiri sampai sekarang, kesulitan untuk
mengaplikasikan kalimat - kalimat itu.

Contohnya : waktu aku harus menghadapi ejekan - ejekan dari temen - temen sekolah dulu, aku tidak
mengeluarkan ejekan balasan atau melakukan sesuatu untuk membalas mereka, aku cuma bisa diem dan
nangis *ketahuan cengeng yah... :p

Waktu aku duduk di bangku kuliah, aku sempat terhambat untuk masuk organisasi hanya karena fisik,
lagi - lagi aku gak bisa melakukan apa, cuma diem dan menelan rasa kecewa banget.

Kejadian yang sama terulang waktu aku lulus dari kuliah dan melamar pekerjaan, aku harus rela menelan rasa kecewa lagi akibat penolakan hanya karena masalah fisik saja, dan untuk kesekian kalinya aku cuma bisa diem.

Dan yang baru - baru ini aja kejadian, aku harus "menerima" perlakuan dari temen kerjaku (anggap aja Joni namanya) yang sudah ketelaluan *kesekian kalinya, ini pendapat pribadi.

Joni untuk kesekian kalinya ambil handphone dari mejaku dan kali ini dia kirim chat ke temen aku (pakai hp ku ya) yang bunyinya gak sopan, sampai - sampai orang yang menerima chat dari hp ku itu bingung dan akhirnya marah, karena tersinggung dengan chat yang dikirim Joni tadi. kondisinya semakin gak baik ketika aku menanyakan masalah chat itu lansung ke Joni, jawaban dia cuma "iya, aku yang kirim...menurut aku lucu...kalau yang baca pinter, pasti tahu kalau itu bukan kamu yang kirim"
aku cuma bisa menghela nafas panjang denger jawaban Joni itu.


Kalau dilihat dari beberapa kasus yang pernah aku alami, aku memang cuma diem dan tidak melakukan
apa - apa, tapi apa itu yang dibilang sabar????????????
bukan sabar kalau menurutku, karena aku masih menyimpan rasa kecewa, marah bahkan nangis.

Menurut aku arti sabar yang sebetulnya itu bukan cuma diem aja, tapi berani mempertahankan kalau memang tidak melakukan kesalahan.

Banyak kejadian - kejadian intimidasi yang menimpa orang - orang "kurang" secara fisik ataupun mental, tapi apa iya karena "kurang" mereka harus diem aja dan itu yang dibilang sabar???

Dari pengalaman pribadiku...memang, ketika kita bisa sabar, kita tidak memendam perasaan apapun jadi kita tidak ada beban, beda dengan kita diem tapi sebenarnya masih memendam perasaan kecewa, benci ataupun marah.
kalau kita diem tapi masih memendam kecewa, benci ataupun marah akan berlanjut ke rasa dendam dan itu tidak baik  *masih menurut pendapat pribadi ya ini, tapi aku yakin ini banyak yang setuju :)

menurut aku, SABAR itu bukan hanya diem menerima apa adanya tapi mau memperbaiki yang ada& mempertahankan dengan cara atau jalan yang baik (seperti yang aku bilang tadi, ini susah banget di aplikasikan dalam kehidupan sehari - hari, aku sendiri belum bisa),
kalaupun merasa sudah tidak mampu serahkan semua yang diluar kemampuan kita itu kepada YANG MAHA MAMPU DAN MAHA SEGALANYA karena...percaya deh, semua yang ada di dunia ini akan berakhir indah di waktu yang indah juga ;)

Rabu, 15 Mei 2013

LOVE...LOVE...LOVE ;)

LOVE...LOVE...LOVE ;) 

Sore - sore gini, tetiba ada temen laaaamaaaaa banget yang "muncul" lagi di LINE,
"kamu gimana kabar?" sebenernya gak ada yang spesial sama dia tapi gara - gara dia "muncul" lagi jadi keinget sama temennya dulu yang sempet deket. Jadi gini ceritanya....
waktu SMU di Surabaya dulu, aku pernah deket sama cowok yang saat itu jadi ketua OSIS tapi no heart feeling karena masih "polos" dan si ketua OSIS ini punya anggota yang ganteng (pada saat itu ya, sekarang sih gak tau ya), nah aku waktu itu naksir sama si anggota itu.
setelah ngobrol panjang dan lebar sama si ketua OSIS yang tetiba "muncul" ini, tetiba dia nulis
"kamu inget si Aldo gak?" (anggep aja itu nama aslinya ya) ;)
"hah, iya gimana kabar tu cowok ganteng, masih tetep ganteng sekarang"?
dari obrolan itu akhirnya, aku tahu kalau si cowok yang dulu ganteng itu sekarang sudah jadi dokter di Surabaya dan yang lebih penting lagi kabar tentang si cowok ganteng itu belum punya pasangan sekarang ini (intinya sih masih ngarep yak ;D ).
dengan perjuangan keras dan penuh pengorbanan (iya...iya...ini lebay) aku bisa dapet nomer hp dan id LINE si cowok ganteng berjudul Aldo itu. Tapi yang jadi masalah sekarang gimana caranya aku bisa dapet alasan yang tepat buat bisa ngobrol sama dia, lagi - lagi si ketua OSIS ini jadi "dewa penolong" di saat yang tepat, tanpa aku minta keluar kata - kata
"bulan depan aku ada acara bareng sama dia di Jakarta, ntar aku telpon biar bisa meet up"
baca tulisan itu, aku tiba - tiba senyum - senyum sendiri, gak sadar kalau lagi di kantor dan diperhatiin temen kantor lainnya, tapi biarin aja deh, emang lagi dapet berita gembira kok jadi wajar kalau senyum - senyum sendiri (iya...iya...bener, ini pembenaran aja kok) ;).
tapi kalau ada pertanyaan "apa yang bikin senyum - senyum sendiri gitu?" aku sendiri gak bisa jawab.
apa karena temen lama "muncul" lagi,
atau karena berita si cowok yang dulu ganteng itu, belum punya pasangan sekarang,
atau karena berita mau di ajak ketemuan sama si cowok yang dulu ganteng itu,
aku gak bisa milih jawaban yang pasti deh.
yang jelas sejak sore ini, aku bakal berharap cepet - cepet bulan depan, biar bisa ketemu sama si cowok yang dulu ganteng itu.


Nah waktu aku cerita hal ini sama temenku yang lain, dia kasih pertanyaan
"kamu masih suka sama si cowok yang dulu ganteng itu?"
lagi - lagi aku juga gak bisa jawab.
Aku gak tahu apa itu suka, cinta atau sayang atau apalah namanya, yang Jelas berita kedatangan si cowok yang dulu ganteng itu bikin aku senyum - senyum sendiri gak jelas ;)
 

Selasa, 14 Mei 2013

MY OFFICE and MY OFFICE MATE ;)

Setelah bertahun - tahun gak buka blog ( iyeeee tau, LEBAY banget yak), karena sibuk, atau bisa di bilang sok sibuk sih, akhirnya hari ini mood nulisnya muncul lagi.
Posting kali ini aku pengen share pengalaman nyata,
jadi begini ceritanya....jengjengjeng....!!!!!!! (iya bener..ini LEBAY lagi) ;D
belakangan ini aku denger cerita tentang masalah yang ada di kantor dan masalah sama temen kantor, dan itu yang bikin posting kali ini aku kasih judul
MY OFFICE and
MY OFFICE MATE ;)
Terkadang kita bekerja di satu lingkungan kerja dengan tuntutan yang tinggi, bahkan mungkin bisa melebihi kemampuan kerja kita sebelumnya.
kita dituntut bisa menyelesaikan pekerjaan lebih cepat dari sebelumnya,
kita dituntut bisa menyelesaikan pekerjaan dengan hasil yang lebih sempurna dari sebelumnya,
bahkan gak jarang kita juga dituntut bisa menemukan jalan keluar sendiri dari masalah pekerjaan yang kita hadapi.
dengan tuntutan - tuntutan itu, terkadang ada yang deperesi dan akhirnya memutuskan resign dari tempat kerjanya, dan ada juga yang sampai jadi korban bully temen kantornya sendiri.
kalau dari aku sih mencoba melihat dari berbagai sisi,
mungkin aja semua perlakuan orang2 kantornya itu akibat dari semua perlakuannya sendiri jadi dia "pantas" diperlakukan seperti itu atau memang teman2 kantornya yang tidak bisa "menerima" dia di kantor itu.
dari masalah pekerjaan memang kita sebagai pribadi harus bisa menyesuaikan dengan lingkungan kerja yang ada termasuk bisa menyesuaikan dengan semua tuntutan2 yang ada di situ, tapi tetap semuanya pasti ada prosesnya, kalaupun kita merasa belum bisa meyesuaikan atau perlu waktu lama untuk menyesuaikan dengan lingkungan kerja kita tetep harus berusaha memberikan yang terbaik yang kita bisa dan seandainya kita sudah berusaha memberikan yang terbaik tapi masih dianggap tidak becus kerja atau tidak bisa bekerja, ada baiknya mencari lingkungan yang sesuai dengan kemapuan kita.
masalah kita diperlakukan tidak baik atau sampai jadi korban bully temen kantor kita,
kalau dari aku ya, dari aku sendiri nih (murni pendapat pribadi lho ini ;D) lebih memilih untuk tetap kerja sebaik mungkin, semaksimal mungkin, memberikan yang terbaik yang kita bisa.
pasti ada pertanyaan "emang gak sakit hati kalau dapat  perlakuan  yang gak baik? kok masih bisa lebih milih sabar dan gak ngebales " atau
"emang gak sakit hati kalau jadi bahan tertawaan atau jadi bulan2an bahkan mungkin jadi korban bully gitu?"
jawabannya pasti sakit hati karena aku sendiri juga cuma manusia biasa bukan malaikat atau nabi (ehm...panjang ya jawabannya :D) tapi aku sebisa mungkin mengkoreksi diri sendiri dulu,
kenapa sampai aku diperlakukan seperti itu,
kalau memang kasalahan ada di aku, secepatnya coba memperbaiki diri tapi seandainya yang terjadi sebaliknya, aku akan berusaha sabar (walaupun susah ya, beneran....susah lho) dan cukup menyerahkan semua kepada YANG MAHA SEGALANYA karena aku yakin se yakin - yakinnya (hehehehehehe....LEBAY lagi deh) semua yang kita perbuat selama di dunia ini pasti ada balasannya dan balasannya bukan dari aku.
keyakinanku itu juga berlaku buat aku sendiri, gak ada pengecualian.
bukan berarti aku mendo'akan jelek seandainya ada temen kantor yang memperlakukan aku gak baik tapi aku hanya punya keyakinan kalau semua kejadian di dunia ini pasti ada balasannya, itu aja.

sebenernya kalau ada masalah itu jalan keluarnya simple,
cukup menghadapi masalah itu dengan APA ADANYA, jangan sampai emosi bisa mengendalikan logika kita.
(sumpah ini beneran susah banget, aku sendiri belum bisa menerapkan dan ngejalaninya).
jadi kalau ada masalah apapun termasuk masalah di kantor coba hadapi dan selesaikan dengan apa adanya dan jangan pakai emosi.


Kamis, 11 April 2013

JANGAN...

JANGAN...


Setiap orang aku rasa punya benda kesayangan. Kalau ditanya, pasti banyak alasannya kenapa seseorang menjadikan itu sebagai benda kesayangannya,
ada yang karena benda itu pemberian orang terdekat,
ada yang karena benda itu sudah dimiliki dari kecil dan,
ada juga yang karena benda itu punya kenangan khusus.

contohnya, temen aku Winda (namanya asal ketik ya ini), dia punya boneka yang sama sekali gak boleh di sentuh orang lain karena boneka itu pemberian pacarnya yang sudah meninggal, kalau dia harus pergi luar kota atau harus bermalam di tempat lain, Winda gak lupa bawa boneka ini, bahkan bonekanya itu di kasih nama lho,
"fafa" itu dari nama panggilan bonekanya yang juga nama panggilan pacarnya dulu.

Ada juga temenku Pras (kalau yang ini namanya asal comot ), dia punya guling yang udah lusuh banget, katanya sih itu guling dari dia umur 5 tahun dan dia gak bisa tidur tanpa guling itu sampai sekarang.

Nah...kalau aku di tanya "punya benda kesayangan gak?" aku sendiri bingung jawabnya, karena kalau di bilang kesayangan ya gak juga, tapi aku juga gak enak kalau benda itu gak ada.
yang pertama gelang kaki...aku punya satu gelang kaki yang sudah aku pakai hampir 6 tahun lebih dan gak pernah lepas. gelang ini beberapa kali hilang tapi gak tahu gimana caranya pasti balik lagi ke aku, makanya aku gak mau lepas dan sayang banget sama ini gelang.
Pernah, orang tuaku nyuruh lepas gelang itu, aku coba lepas, baru beberapa hari rasanya seperti ada yang hilang atau kurang gitu sampai akhir aku pakai lagi tu gelang.
beberapa hari kemarin juga temen kerjaku yang bilang "mbak, lepas gelang kakinya deh, itu kesannya cewek gak baik" aku coba lepas lagi tapi tetep baru beberapa hari rasanya seperti ada yang hilang atau kurang gitu sampai akhir aku pakai lagi tu gelang dan aku cari cara gimana caranya gelang itu tetep aku pakai tapi gak ada yang lihat.
yang kedua cincin...aku punya beberapa cincin, ada yang emas 23 karat, ada juga yang emas putih dan yang melingkar paling lama di jari manis ku yang kiri itu cincin putih yang kalau dinilai gak seberapa tapi aku gak mau kalau cincin itu lepas. sebenarnya cincin itu pemberian dari orang yang istimewa makanya aku simpen dan jangan sampai hilang.

yang kalau ada yang nyuruh lepas dan minta ini gelang + cincin itu, langkahi dulu mayatku (iyaaaa tahu, lebai banget aku) dan aku pasti bilang "jaaaaangaaaan....".


Rabu, 10 April 2013

Life is a choice

belakangan ini menurut aku, makin banyak orang - orang yang hidup dengan "pilihan hidup yang berbeda", contohnya banyak laki - laki yang "memilih" menjalani hidup dengan laki - laki yang dia cintai,
dan banyak juga perempuan yang "memilih" jalan yang gak berbeda.
nah, aku lebih menyoroti kehidupan laki - laki yang lebih memilih laki - laki juga untuk berbagi hidup (gay) karena menurut aku lebih banyak laki - laki yang "jujur" kalau dia gay.
belakangan ini juga banyak muncul adanya fenomena segelintir orang yang ingin atau melegalkan “pernikahan sesama jenis” dengan dalih kebebasan berekspresi dan Hak Asasi Manusia (HAM) di bawah payung demokrasi, ditambah lagi di beberapa negara timbul desakan agar pemerintahnya segera mengubah definisi tentang perkawinan dari beragam komunitas. Mereka beranggapan arti perkawinan bukan saja bersatunya pria dan wanita, melainkan bersatunya dua insan dalam kehidupan bersama, ehm...menurut aku, itu bikin makin banyak yang "jujur" kalau dia pecinta sejenis.
dari artikel yang ada di google, Negara pertama yang melegalkan perkawinan sesama jenis adalah Belanda yang mengesahkan Undang-undang Perkawinan terbaru pada 1 April 2001. Catatan Sipil Amsterdam menikahkan tiga  pasangan gay dan sepasang lesbian. Tampil sebagai pegawai catatan sipil yang menikahkan mereka adalah Walikota Amsterdan, Job Cohen.
kalau pendapat aku pribadi, ada baiknya di negara kita ini tidak mengikuti negara - negara lain untuk melegalkan perkawinan sesama jenis karena negara kita masih menganut budaya timur dan masih menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

aku memang mengenal beberapa pasangan sesama jenis (gay), untuk hubungan pertemanan mereka teman yang punya solodaritas tinggi dan dalam hubungannya dengan pasangan bisa dibilang setia (ini pendapat aku pribadi ya, base on kehidupan temen aku yang gay). aku bayangin seandainya mereka menikah, pasti awet (ini juga pendapat aku pribadi, boleh lho punya pendapat yang sama atau punya pendapat lain).

intinya, boleh dan sah kalau ssseseorang punya "pilihan hidup yang berbeda" sebagai gay di negara ini, tapi untuk legalitas atau pernikahan lebih baik dilakukan di Belanda atau negara lain yang melegalkan pernikahan itu, untuk menjaga dan tetap menghormati aturan - aturan yang ada di negara kita.

kalau aku, tetap berpendapat setiap orang punya pilihan hidup dan haru s saling menghargai pilihan masing - masing.


 Life is a choice

 

Senin, 08 April 2013

UANG

UANG

Posting kali ini terinspirasi dari kejadian yang baru aja di alami temenku, baru beberapa jam yang lalu. Awalnya Tyo (namanya asal tulis aja lho ini) melempar pertanyaan
"Menurut Lo, kalau orang gak punya duit tapi ada salah satu keluarganya yang sakit terus di rawat di ruang VIP itu gimana sih?, Apa harus ruang VIP kalau akhirnya bingung bayarnya?"
Dari pertanyaan itu muncul cerita dari Tyo kalau pacarnya pinjem uang ke dia untuk keperluan keluarganya yang dirawat di Rumah Sakit, jumlahnya gak sedikit, dan saat itu Tyo juga dalam keadaan gak punya uang dalam jumlah yang diperlukan pacarnya itu.
Karena Tyo gak bisa memenuhi apa yang diperlukan, pacarnya marah,
telpon dari Tyo gak diangkat,
sms, wasap dan email juga gak dibalas,
sebenernya, Tyo juga sudah berusaha untuk memenuhi kebutuhan pacarnya itu, Tyo rela menghubungi orang tuanya untuk pinjem uang sejumlah yang dibutuhkan pacarnya itu, tapi mungkin karena sudah kecewa dan tidak mau mengerti kondisi Tyo, pacarnya terus aja marah sampe akhirnya minta putus.

Aku sempat kaget karena menurut pengakuan Tyo, bukan kali ini aja pacarnya bersikap seperti itu, Beberapa kali pacarnya juga sempat minta putus hanya karena masalah uang.

Menurut aku, apa yang dialami Tyo sekarang ini menunjukan kalau kebanyakan orang masih menempatkan uang dalam urutan nomer 1 di kehidupan ini.

Pacar Tyo rela minta putus hanya karena uang, itu bisa diartikan kalau rasa sayang dan cinta dia ke Tyo hanya sebesar jumlah uang yang dia perlukan (ini pendapat pribadi aku aja lho ya).
Selain itu, banyak kasus - kasus perebutan uang warisan antar saudara kandung yang berujung pada pembunuhan, itu bisa diartikan kalau ikatan persaudaraan mereka dari lahir hanya sebatas jumlah uang warisan yang mereka perebutkan, padahal mereka itu sedarah (lagi - lagi ini cuma pendapat aku pribadi aja ya).
Terus gak sedikit orang yang banyak uangnya tapi menolak pergi ke dokter waktu sakit dengan alasan "obat warung aja lebih murah, bisa lebih hemat uangnya", itu kan artinya orang itu menghargai kesehatan pemberian TUHAN hanya sebatas harga obat warung saja, murah banget ya?
Ada juga orang punya banyak uang tapi menolak memberi pengemis dengan dalih "kalau terus - terusan kita kasih, bisa jadi malas bekerja pengemis - pengemis itu", itu artinya orang itu pelit, bener gak?

Kalau kita mau menyadari,
buat apa kita ada uang kalau kita menyakiti orang terdekat kita?
buat apa kita ada uang kalau kita kehilangan keluarga atau saudara kandung kita?
buat apa kita ada uang banyak kalau kita gak sehat jasmani dan rohani?
dan buat apa kita ada uang banyak tapi kita tidak mau berbagi dengan yang lebih membutuhkan?

Masih banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita nilai dengan uang.

MEMANG UANG ITU PENTING TAPI BUKAN YANG PALING PENTING



Minggu, 07 April 2013

"THERE IS A WILL, THERE IS A WAY"

Orang sering kali berpendapat kalau orang yang nilai akademik nya bagus pasti orang itu bakal sukses,
menurut saya itu salah karena banyak orang yang secara akademik prestasinya biasa aja atau bahkan bisa dibilang kurang itu bisa sukses. Contohnya :

- Steve Jobs, dia droup out dari Reed College tapi bisa jadi pemilik APPLE,
- Bill Gates, dia droup out dari Harvard University tapi dia bisa menjadi pendiri Microsoft,
- Bob Sadino, dia tidak melanjutkan kuliah tapi dia bisa menjadi salah satu pengusaha sukses di Indonesia.

Itu baru beberapa contoh orang sukse tanpa diikuti prestasi akademik. Menurut aku, yang bisa "diambil" dari orang - orang tadi adalah tekad, kemauan belajar dan tidak pernah menyerah.

Mereka mempunyai  tekad untuk terus bisa sukses, gak mau dipandang sebelah mata,
Mereka juga membekali diri dengan kemauan belajar yang tinggi, belajar dari segala hal dan berbagai hal,
Ditambah lagi mereka tidak gampang menyerah. Mereka bukan tidak pernah gagal tapi mereka selalu tidak mau menyerah ketika kegagalan itu menghampiri.


Memang bukan hal yang gampang untuk menjadi seperti orang - orang itu, tapi ada yang bilang kalau kita yakin, pasti kita bisa. Sebenernya hal ini juga pelajaran buat aku pribadi karena sampai sekarang aku juga belum bisa menerapkan semua itu, yah...masih usaha semaksimal mungkin.

"THERE IS A WILL, THERE IS A WAY"



Sabtu, 06 April 2013

"SAKIT HATI"

"SAKIT HATI"



sakit hati di sini bukan dalam arti sakit liver atau hepatitis ya, tapi lebih ke arah rasa sakit yang di rasakan oleh perasaan kita sebagai manusia akibat dari perbuatan atau perkataan orang lain. Kalau ditanya pernah gak sakit hati? jawaban aku pasti pernah, karena sebagai manusia kita terlahir sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya, jadi selama kita saling berinteraksi pasti ada aja hal yang menurut kita baik tapi tidak buat orang lain atau sebaliknya hal yang menurut orang lain baik tapi tidak menurut kita.


Aku sendiri pernah ngalamin sakit hati karena ada orang lain yang menyebarkan hal - hal buruk tentang aku, padahal aku gak pernah nglakuin hal - hal itu, jadi jatuhnya fitnah. Waktu aku denger rasanya pengen marah, emosi dan benci sama semua orang yang percaya gitu aja tentang berita itu.
Pengen rasanya mengkonfirmasi satu - satu tentang ketidakbenaran itu tapi aku pikir itu cuma akan nambah kerjaan dan buang - buang waktu aja. Waktu aku ketemu dan cerita tentang hal ini sama keluarga & temen - temen, rata - rata kasih saran yang intinya hanya "biarin aja, yang bener pasti bakal ketauan kok nantinya".


Menurut aku yang penting adalah bagaimana cara kita mengatasi sakit hati itu.
Kalau kita balas dengan menyakiti hati orang yang bikin kita sakit hati itu, apa bedanya kita sama dia,
mau konfirmasi belum tentu ada hasilnya, capek dan buang - buang waktu,
yang bisa kita lakukan hanya ikhlas, sabar dan berusaha menunjukan yang sebenarnya.
Yakin deh TUHAN maha adil, yang benar pasti keliatan nantinya,
dan apa yang kita lakukan pasti ada balasannya.
WHAT YOU DID, WHAT YOU GET percaya deh......
dan kalau sekarang ditanya masih sakit hati? InsyaALLAH sudah gak lagi dan sekarang berusaha bisa mengatur supaya bisa meningkatkan kadar toleransi dengan sesama jadi gak gampang sakit hati.

Jumat, 05 April 2013

PILIHAN HIDUP

Pertama ketemu dia (anggep aja namanya Aldo ya), aku gak lihat ada yang spesial, bener - bener biasa aja. semua berawal dari obrolan yang cuma 15 menit tapi menarik.
"kalau kamu kenalan sama cowok terus dia declare dia gay, kamu masih mau kenal dan temenan sama dia gak?"
menurut aku itu pertanyaan aneh, karena selama 20 tahun lebih aku belum pernah punya temen cowok gay, kalaupun ada, aku rasa gak mungkin dia "buka" gitu aja statusnya di depanku.
"Ya, aku sih belum pernah punya temen gay Al, tapi selama dia gak pacaran sama cowokku dibelakangku, aku rasa gak ada masalah kalau berteman sama gay" itu jawaban yang tiba - tiba keluar dari mulutku, konyol ya jawaban ku :)
"oh gitu...OK, aku gay, pacarku pilot air france"
Cowok ini serius sama yang dia omong barusan, hal itu yang terlintas pertama kali di pikiranku waktu dengar pengakuannya.
"oh gitu......cakep gak cowokmu?" aku berusaha bereaksi sewajarnya di depan Aldo supaya dia gak tersinggung.
"Cakep dong, namanya Andre (juga bukan nama sebenernya ya), nih fotonya"
Aldo menyodorkan hpnya dan menunjukkan foto cowok  yang bisa dibilang cakep dan mungkin banyak cewek yang naksir kalau gak tahu dia gay.


Dari obrolan itu, aku bisa berteman sama Aldo dan aku jadi tahu banyak hal tentang orang yang memiliki "pilihan khusus" untuk hidupnya.
Ternyata gak seperti yang terlihat, Aldo dan yang lainnya juga ingin sama seperti yang lain, tapi mereka tidak bisa "melawan" apa yang dirasakan.

Kesimpulannya : SETIAP ORANG PUNYA PILIHAN HIDUP, DAN KITA HARUS BISA SALING MENGHARGAI.











SALAH

Disuruh ini gak bener...
Ngerjain itu keliru...
Diminta begini ada yang kurang...
Harus begitu hasilnya belum sempurna...


Semua kalimat tadi bisa disimpulkan menjadi satu kata dan itu jadi judul untuk post ini "SALAH".



Sekali kita melakukan hal yang salah, kita bisa minta maaf dan jangan sampai mengulangi hal yang salah itu lagi.

Untuk kedua kalinya kita mengerjakan sesuatu dan itu keliru, kita harus minta maaf, segera memperbaiki dan lebih belajar lagi dari kesalahan itu.

Ketiga kalinya kita "doing something" dan masih ada yang kurang hasilnya, menurut saya, kewajiban pertama kita tetap meminta maaf atas kesalahan tadi, jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama dan HARUS MULAI BERFIKIR TENTANG KEMAMPUAN KITA.


Kalau seandainya masih ada kesalahan yang kita buat di kesempatan berikutnya, mungkin ada baiknya kalau kita benar - benar berpikir tentang APAKAH KITA COCOK DI LINGKUNGAN ITU. Terkadang saat kita ada di suatu lingkungan, kita tidak mampu untuk menyesuaikan. Kita memang harus berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan yang terbaik sesuai dengan kemampuan kita, tapi ketika sudah tidak mampu lagi, ada baiknya kita memilih mundur dari lingkungan itu agar tidak banyak lagi kesalahan yang kita buat dan menyakiti orang - orang di lingkungan itu.


Kesimpulannya : kesalahan yang kita buat adalah salah satu bukti kalau kita berusaha dan mencoba tapi ada baiknya ketika usaha kita masih belum berhasil, kita minta maaf dan meninggalkan lingkungan itu, tentunya semua dilakukan dengan cara yang baik ya.

*ini pendapat pribadi aja, boleh diikuti atau punya pilihan lain yang lebih baik.

Kamis, 04 April 2013

NYANYIAN SI BISU

NYANYIAN SI BISU

Kejadian ini sudah beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2010 di Surabaya. Gak sengaja, aku bertemu dengan Dharma, teman sekelas waktu kelas 1 SMU. Setelah ngobrol beberapa menit, dia memintaku datang ke rumahnya. Awalnya aku heran, kenapa setelah lama gak bertemu dia mengundang aku ke rumahnya, "ada perlu penting" itu saja yang keluar dari mulut dia. Aku hanya bisa menuruti permintaannya,
menjelang jam 7 malam aku sudah di rumahnya, dia memperkenalkan istrinya, cantik sekali "istrimu cantik dharma, ya itu wajar, karena kamu juga ganteng" itu yang terlintas dibenakku. Setelah hampir 10 menit aku, Dharma dan istrinya ngobrol di ruang tamu, muncul gadis kecil dari kamar yang letaknya gak jauh dari ruang tamu. Gadis kecil lari ke arah Dharma, dengan penuh kasih sayang, Dharma memeluk dan menggendong gadis kecil itu, aku bisa menebak kalau itu gadis kecil milik Dharma dan istrinya, gadis 6 tahun itu memiliki wajah ayahnya. 
"Cantik sekali, ini siapa namanya?" aku mencoba memperkenalkan diri,
"Makasih, namanya Airin tante" Dharma yang menjawab pertanyaanku.
Dharma beberapa kali mencium gadis kecilnya itu, sampai akhirnya ia menyerahkan gadisnya itu ke istrinya.
"Airin main dulu sama mama ya, papa ada perlu sebentar sama tante" tanpa menunggu lama istri Dharma membawa Airin masuk meninggalkan aku dan Dharma.



"Kamu inget gak, dulu aku pernah ngatain kamu cacat & harus tahu diri di depan anak - anak sekelas?"
pertanyaan Dharma itu, membuat ingatanku melayang ke beberapa tahun yang lalu, waktu aku SMU kelas 1.
"Ya ampun.......kamu masih inget aja kejadian itu, udah lama banget Dharma".
"Aku gak mungkin bisa lupa kejadian hari itu, aku masih inget banget gimana aku ngatain kamu cacat dan harus tahu diri, abis gitu aku ketawa, aku nyesel kalau inget kejadian itu, aku sombong banget ya"
aku hanya bisa senyum, dan diem.
"Aku juga inget waktu itu kamu cuma jawab, iya aku tahu aku cacat, aku gak seperti cewek - cewek yang lain, makasih sudah kamu ingetin, tapi kalau suatu saat nanti ada orang yang kamu kenal atau keturunan kamu yang cacat, kamu harus inget aku ya" Dharma melanjutkan ceritanya dan aku malu mendengar itu.
"aku juga gak ngerti kenapa bisa jawab gitu, gak usah dipikirin Dharma, itu udah lama banget dan aku gak serius sama jawaban itu, udah ah......". aku berusaha memutus pembicaraan itu, aku coba mengalihkan pembicaraan.
"Gak mungkin aku bisa nglupain kejadian itu, Airin tidak bisa bicara, Airin bisu dari lahir. Waktu aku menerima vonis itu dari dokter, aku langsung inget kejadian itu dan inget kamu. keturunanku cacat".
Aku kaget mendengar cerita dari Dharma itu, Gadis kecil yang cantik tadi, tidak bisa bicara.....


Aku minta waktu supaya bisa bermain dengan Airin,  Airin ada di pangkuanku, wajahnya makin terlihat cantik dari dekat. "Airin....kenapa harus kamu nak?" itu yang ada di benakku, aku menyesal, kalau bisa waktu di putar, aku gak akan mengeluarkan jawaban seperti itu, aku menyesal mengeluarkan sumpah serapah untuk Dharma waktu itu.
"Airin...suka main apa?"
Gadis kecil itu menjawab dengan menunjuk ke arah piano di sudut ruang tamunya.
"Oh...Airin suka main piano, suka main lagu apa?"
Gadis kecil itu berlari ke arah piano, duduk lalu jari - jari mungilnya lincah menari di atas tuts - tuts piano itu.
Aku tiba - tiba nangis mendengar irama lagu yang di mainkan Airin, piano itu mengalunkan lagu I HAVE A DREAM milik Westlife. Aku buru - buru menghapus air mataku waktu Airin selesai memainkan piano, aku kembali membawa gadis kecil itu ke pangkuanku.
"Airin pinter main pianonya, Airin juga cantik, belajar terus ya Nak, biar makin pinter" Gadis kecil itu mengangguk sambil memperlihatkan senyumnya yang manis.
"Airin punya cita - cita apa Nak?"
Gadis itu mengambil secarik kertas dan pensil yang ada di dekatnya "PENGEN BISA NYANYI" itu yang aku baca di secarik kertas yang ada di tangan mungil Airin dan aku gak bisa nahan air mataku.
"Airin...Airin bisa nyanyi kok, tadi tante sudah denger Airin nyanyi lagu i have a dream, jadi sebenernya Airin bisa nyanyi pake piano itu. Airin belajar terus ya, biar nanti kalau sudah besar makin banyak lagu - lagu yang bisa di nyanyiin sama Airin pake piano itu, lama - lama Airin pasti bisa lebih pinter kok nyanyi pake piano itu"
Gadis kecil itu tersenyum mendengar kata - kata ku, sepertinya dia senang.

Sampai sekarang, tante terus mendo'akan Airin dari jauh, sekarang dia sudah 9 tahun dan dia tumbuh makin cantik.


Cerita tadi based on true story, tapi untuk nama dan tempat di samarkan ya :)
pelajaran yang bisa aku ambil dari kejadian itu adalah apa yang kita lakukan, kebaikan atau keburukan pasti ada balasannya, cepat atau lambat.

"Karma has no menu. You get served what you deserve..."

Rabu, 03 April 2013

Pram....

Pram....

Pramoedya Ananta Toer.......
salah satu penulis Indonesia yang bertangan dingin, dari tangannya lahir beberapa buku yang fenomenal. Salah satu bukunya (dan baru satu itu sih) yang pernah aku  baca "BUKAN PASAR MALAM", buku yang menurut aku bagus secara jalan cerita dan bahasa yang digunakan cukup sederhana. Ini sedikit review dari buku itu.


Seorang anak sulung yang berjuang demi tujuh adiknya dan orang tuanya di Blora Jawa Tengah. Pram muda sangat gigih memperjuangkan kehidupannya ditengah situasi peperangan saat itu. Dia merantau ke Jakarta demi keluarganya sesampainya di Jakarta dia "dicintai" Belanda, sampai-sampai ia di tahan.


Di tengah perjuangannya itu, dia menerima surat yang mengabarkan adiknya jatuh sakit. Pram muda sangat geram menerima kabar itu, dia melampiaskan kegeramannya dengan surat balasan yang isinya "Ayah, kenapa kau biarkan adik sakit?".
Pram tidak menerima kabar lagi setelah beberapa bulan. Hingga akhirnya datang juga surat dari kampung halamannya "Pram, ayahmu sakit keras, pulanglah!" Pram berkeliling Jakarta mencari "cara" agar bisa pulang ke Blora, tak sepeser uang pun ada di dompetnya saat itu.


Di kampung halamannya, Pram melihat sang ayah tergolek di ranjang rumah sakit. Kaki sang ayah yang dulu kuat mengayuh sepeda untuk pergi mengajar di sekolah, sekarang hanya tinggal tulang berbalut kulit.

Sinar mata sang ayah yang dulu tajam penuh kharisma, kini redup,
TBC telah menggerogoti kekuatannya. 


Satu bulan Pram berjuang  mencari jalan untuk kesembuhan ayahnya, hingga akhirnya kehendakNYA yang berkata, Sang ayah berpulang di pagi itu. Para pelayat datang tak berhenti untuk memberikan penghormatan terakhir untuk sang ayah, sang pejuang untuk rakyat miskin.
Pram yang tangguh pun tumbang ketika dihadapkan pada kenyataan itu. 




"Dan di dunia ini, manusia bukan berduyun-duyun lahir di dunia dan berduyun-duyun pula kembali pulang... seperti dunia dalam pasar malam. Seorang-seorang mereka datang dan pergi. Dan yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya terbang entah ke mana"
-Pramoedya Ananta Toer-