Rabu, 10 April 2013

Life is a choice

belakangan ini menurut aku, makin banyak orang - orang yang hidup dengan "pilihan hidup yang berbeda", contohnya banyak laki - laki yang "memilih" menjalani hidup dengan laki - laki yang dia cintai,
dan banyak juga perempuan yang "memilih" jalan yang gak berbeda.
nah, aku lebih menyoroti kehidupan laki - laki yang lebih memilih laki - laki juga untuk berbagi hidup (gay) karena menurut aku lebih banyak laki - laki yang "jujur" kalau dia gay.
belakangan ini juga banyak muncul adanya fenomena segelintir orang yang ingin atau melegalkan “pernikahan sesama jenis” dengan dalih kebebasan berekspresi dan Hak Asasi Manusia (HAM) di bawah payung demokrasi, ditambah lagi di beberapa negara timbul desakan agar pemerintahnya segera mengubah definisi tentang perkawinan dari beragam komunitas. Mereka beranggapan arti perkawinan bukan saja bersatunya pria dan wanita, melainkan bersatunya dua insan dalam kehidupan bersama, ehm...menurut aku, itu bikin makin banyak yang "jujur" kalau dia pecinta sejenis.
dari artikel yang ada di google, Negara pertama yang melegalkan perkawinan sesama jenis adalah Belanda yang mengesahkan Undang-undang Perkawinan terbaru pada 1 April 2001. Catatan Sipil Amsterdam menikahkan tiga  pasangan gay dan sepasang lesbian. Tampil sebagai pegawai catatan sipil yang menikahkan mereka adalah Walikota Amsterdan, Job Cohen.
kalau pendapat aku pribadi, ada baiknya di negara kita ini tidak mengikuti negara - negara lain untuk melegalkan perkawinan sesama jenis karena negara kita masih menganut budaya timur dan masih menjunjung tinggi nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

aku memang mengenal beberapa pasangan sesama jenis (gay), untuk hubungan pertemanan mereka teman yang punya solodaritas tinggi dan dalam hubungannya dengan pasangan bisa dibilang setia (ini pendapat aku pribadi ya, base on kehidupan temen aku yang gay). aku bayangin seandainya mereka menikah, pasti awet (ini juga pendapat aku pribadi, boleh lho punya pendapat yang sama atau punya pendapat lain).

intinya, boleh dan sah kalau ssseseorang punya "pilihan hidup yang berbeda" sebagai gay di negara ini, tapi untuk legalitas atau pernikahan lebih baik dilakukan di Belanda atau negara lain yang melegalkan pernikahan itu, untuk menjaga dan tetap menghormati aturan - aturan yang ada di negara kita.

kalau aku, tetap berpendapat setiap orang punya pilihan hidup dan haru s saling menghargai pilihan masing - masing.


 Life is a choice

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar