UANG
Posting kali ini terinspirasi dari kejadian yang baru aja di alami temenku, baru beberapa jam yang lalu. Awalnya Tyo (namanya asal tulis aja lho ini) melempar pertanyaan
"Menurut Lo, kalau orang gak punya duit tapi ada salah satu keluarganya yang sakit terus di rawat di ruang VIP itu gimana sih?, Apa harus ruang VIP kalau akhirnya bingung bayarnya?"
Dari pertanyaan itu muncul cerita dari Tyo kalau pacarnya pinjem uang ke dia untuk keperluan keluarganya yang dirawat di Rumah Sakit, jumlahnya gak sedikit, dan saat itu Tyo juga dalam keadaan gak punya uang dalam jumlah yang diperlukan pacarnya itu.
Karena Tyo gak bisa memenuhi apa yang diperlukan, pacarnya marah,
telpon dari Tyo gak diangkat,
sms, wasap dan email juga gak dibalas,
sebenernya, Tyo juga sudah berusaha untuk memenuhi kebutuhan pacarnya itu, Tyo rela menghubungi orang tuanya untuk pinjem uang sejumlah yang dibutuhkan pacarnya itu, tapi mungkin karena sudah kecewa dan tidak mau mengerti kondisi Tyo, pacarnya terus aja marah sampe akhirnya minta putus.
Aku sempat kaget karena menurut pengakuan Tyo, bukan kali ini aja pacarnya bersikap seperti itu, Beberapa kali pacarnya juga sempat minta putus hanya karena masalah uang.
Menurut aku, apa yang dialami Tyo sekarang ini menunjukan kalau kebanyakan orang masih menempatkan uang dalam urutan nomer 1 di kehidupan ini.
Pacar Tyo rela minta putus hanya karena uang, itu bisa diartikan kalau rasa sayang dan cinta dia ke Tyo hanya sebesar jumlah uang yang dia perlukan (ini pendapat pribadi aku aja lho ya).
Selain itu, banyak kasus - kasus perebutan uang warisan antar saudara kandung yang berujung pada pembunuhan, itu bisa diartikan kalau ikatan persaudaraan mereka dari lahir hanya sebatas jumlah uang warisan yang mereka perebutkan, padahal mereka itu sedarah (lagi - lagi ini cuma pendapat aku pribadi aja ya).
Terus gak sedikit orang yang banyak uangnya tapi menolak pergi ke dokter waktu sakit dengan alasan "obat warung aja lebih murah, bisa lebih hemat uangnya", itu kan artinya orang itu menghargai kesehatan pemberian TUHAN hanya sebatas harga obat warung saja, murah banget ya?
Ada juga orang punya banyak uang tapi menolak memberi pengemis dengan dalih "kalau terus - terusan kita kasih, bisa jadi malas bekerja pengemis - pengemis itu", itu artinya orang itu pelit, bener gak?
Kalau kita mau menyadari,
buat apa kita ada uang kalau kita menyakiti orang terdekat kita?
buat apa kita ada uang kalau kita kehilangan keluarga atau saudara kandung kita?
buat apa kita ada uang banyak kalau kita gak sehat jasmani dan rohani?
dan buat apa kita ada uang banyak tapi kita tidak mau berbagi dengan yang lebih membutuhkan?
Masih banyak hal di dunia ini yang tidak bisa kita nilai dengan uang.
MEMANG UANG ITU PENTING TAPI BUKAN YANG PALING PENTING
Tidak ada komentar:
Posting Komentar