SABAR
Lima huruf diatas sepertinya mudah sekali di ucapkan tapi susah untuk di aplikasikan dalam kehidupan
sehari - hari *ini pendapat pribadi lho ya :p
Waktu lagi ada masalah, aku sering denger kalimat...
"sabar aja ya, pasti ada jalan keluarnya"
"sekarang kamu jalani aja dulu, yang sabar" atau...
"orang sabar itu di sayang Tuhan, jadi kamu coba yang sabar aja ya"
Bukannya aku gak mau denger kalimat - kalimat tadi, tapi aku sendiri sampai sekarang, kesulitan untuk
mengaplikasikan kalimat - kalimat itu.
Contohnya : waktu aku harus menghadapi ejekan - ejekan dari temen - temen sekolah dulu, aku tidak
mengeluarkan ejekan balasan atau melakukan sesuatu untuk membalas mereka, aku cuma bisa diem dan
nangis *ketahuan cengeng yah... :p
Waktu aku duduk di bangku kuliah, aku sempat terhambat untuk masuk organisasi hanya karena fisik,
lagi - lagi aku gak bisa melakukan apa, cuma diem dan menelan rasa kecewa banget.
Kejadian yang sama terulang waktu aku lulus dari kuliah dan melamar pekerjaan, aku harus rela menelan rasa kecewa lagi akibat penolakan hanya karena masalah fisik saja, dan untuk kesekian kalinya aku cuma bisa diem.
Dan yang baru - baru ini aja kejadian, aku harus "menerima" perlakuan dari temen kerjaku (anggap aja Joni namanya) yang sudah ketelaluan *kesekian kalinya, ini pendapat pribadi.
Joni untuk kesekian kalinya ambil handphone dari mejaku dan kali ini dia kirim chat ke temen aku (pakai hp ku ya) yang bunyinya gak sopan, sampai - sampai orang yang menerima chat dari hp ku itu bingung dan akhirnya marah, karena tersinggung dengan chat yang dikirim Joni tadi. kondisinya semakin gak baik ketika aku menanyakan masalah chat itu lansung ke Joni, jawaban dia cuma "iya, aku yang kirim...menurut aku lucu...kalau yang baca pinter, pasti tahu kalau itu bukan kamu yang kirim"
aku cuma bisa menghela nafas panjang denger jawaban Joni itu.
Kalau dilihat dari beberapa kasus yang pernah aku alami, aku memang cuma diem dan tidak melakukan
apa - apa, tapi apa itu yang dibilang sabar????????????
bukan sabar kalau menurutku, karena aku masih menyimpan rasa kecewa, marah bahkan nangis.
Menurut aku arti sabar yang sebetulnya itu bukan cuma diem aja, tapi berani mempertahankan kalau memang tidak melakukan kesalahan.
Banyak kejadian - kejadian intimidasi yang menimpa orang - orang "kurang" secara fisik ataupun mental, tapi apa iya karena "kurang" mereka harus diem aja dan itu yang dibilang sabar???
Dari pengalaman pribadiku...memang, ketika kita bisa sabar, kita tidak memendam perasaan apapun jadi kita tidak ada beban, beda dengan kita diem tapi sebenarnya masih memendam perasaan kecewa, benci ataupun marah.
kalau kita diem tapi masih memendam kecewa, benci ataupun marah akan berlanjut ke rasa dendam dan itu tidak baik *masih menurut pendapat pribadi ya ini, tapi aku yakin ini banyak yang setuju :)
menurut aku, SABAR itu bukan hanya diem menerima apa adanya tapi mau memperbaiki yang ada& mempertahankan dengan cara atau jalan yang baik (seperti yang aku bilang tadi, ini susah banget di aplikasikan dalam kehidupan sehari - hari, aku sendiri belum bisa),
kalaupun merasa sudah tidak mampu serahkan semua yang diluar kemampuan kita itu kepada YANG MAHA MAMPU DAN MAHA SEGALANYA karena...percaya deh, semua yang ada di dunia ini akan berakhir indah di waktu yang indah juga ;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar