NYANYIAN SI BISU
Kejadian ini sudah beberapa tahun yang lalu, tepatnya tahun 2010 di Surabaya. Gak sengaja, aku bertemu dengan Dharma, teman sekelas waktu kelas 1 SMU. Setelah ngobrol beberapa menit, dia memintaku datang ke rumahnya. Awalnya aku heran, kenapa setelah lama gak bertemu dia mengundang aku ke rumahnya, "ada perlu penting" itu saja yang keluar dari mulut dia. Aku hanya bisa menuruti permintaannya,
menjelang jam 7 malam aku sudah di rumahnya, dia memperkenalkan istrinya, cantik sekali "istrimu cantik dharma, ya itu wajar, karena kamu juga ganteng" itu yang terlintas dibenakku. Setelah hampir 10 menit aku, Dharma dan istrinya ngobrol di ruang tamu, muncul gadis kecil dari kamar yang letaknya gak jauh dari ruang tamu. Gadis kecil lari ke arah Dharma, dengan penuh kasih sayang, Dharma memeluk dan menggendong gadis kecil itu, aku bisa menebak kalau itu gadis kecil milik Dharma dan istrinya, gadis 6 tahun itu memiliki wajah ayahnya.
"Cantik sekali, ini siapa namanya?" aku mencoba memperkenalkan diri,
"Makasih, namanya Airin tante" Dharma yang menjawab pertanyaanku.
Dharma beberapa kali mencium gadis kecilnya itu, sampai akhirnya ia menyerahkan gadisnya itu ke istrinya.
"Airin main dulu sama mama ya, papa ada perlu sebentar sama tante" tanpa menunggu lama istri Dharma membawa Airin masuk meninggalkan aku dan Dharma.
"Kamu inget gak, dulu aku pernah ngatain kamu cacat & harus tahu diri di depan anak - anak sekelas?"
pertanyaan Dharma itu, membuat ingatanku melayang ke beberapa tahun yang lalu, waktu aku SMU kelas 1.
"Ya ampun.......kamu masih inget aja kejadian itu, udah lama banget Dharma".
"Aku gak mungkin bisa lupa kejadian hari itu, aku masih inget banget gimana aku ngatain kamu cacat dan harus tahu diri, abis gitu aku ketawa, aku nyesel kalau inget kejadian itu, aku sombong banget ya"
aku hanya bisa senyum, dan diem.
"Aku juga inget waktu itu kamu cuma jawab, iya aku tahu aku cacat, aku gak seperti cewek - cewek yang lain, makasih sudah kamu ingetin, tapi kalau suatu saat nanti ada orang yang kamu kenal atau keturunan kamu yang cacat, kamu harus inget aku ya" Dharma melanjutkan ceritanya dan aku malu mendengar itu.
"aku juga gak ngerti kenapa bisa jawab gitu, gak usah dipikirin Dharma, itu udah lama banget dan aku gak serius sama jawaban itu, udah ah......". aku berusaha memutus pembicaraan itu, aku coba mengalihkan pembicaraan.
"Gak mungkin aku bisa nglupain kejadian itu, Airin tidak bisa bicara, Airin bisu dari lahir. Waktu aku menerima vonis itu dari dokter, aku langsung inget kejadian itu dan inget kamu. keturunanku cacat".
Aku kaget mendengar cerita dari Dharma itu, Gadis kecil yang cantik tadi, tidak bisa bicara.....
Aku minta waktu supaya bisa bermain dengan Airin, Airin ada di pangkuanku, wajahnya makin terlihat cantik dari dekat. "Airin....kenapa harus kamu nak?" itu yang ada di benakku, aku menyesal, kalau bisa waktu di putar, aku gak akan mengeluarkan jawaban seperti itu, aku menyesal mengeluarkan sumpah serapah untuk Dharma waktu itu.
"Airin...suka main apa?"
Gadis kecil itu menjawab dengan menunjuk ke arah piano di sudut ruang tamunya.
"Oh...Airin suka main piano, suka main lagu apa?"
Gadis kecil itu berlari ke arah piano, duduk lalu jari - jari mungilnya lincah menari di atas tuts - tuts piano itu.
Aku tiba - tiba nangis mendengar irama lagu yang di mainkan Airin, piano itu mengalunkan lagu I HAVE A DREAM milik Westlife. Aku buru - buru menghapus air mataku waktu Airin selesai memainkan piano, aku kembali membawa gadis kecil itu ke pangkuanku.
"Airin pinter main pianonya, Airin juga cantik, belajar terus ya Nak, biar makin pinter" Gadis kecil itu mengangguk sambil memperlihatkan senyumnya yang manis.
"Airin punya cita - cita apa Nak?"
Gadis itu mengambil secarik kertas dan pensil yang ada di dekatnya "PENGEN BISA NYANYI" itu yang aku baca di secarik kertas yang ada di tangan mungil Airin dan aku gak bisa nahan air mataku.
"Airin...Airin bisa nyanyi kok, tadi tante sudah denger Airin nyanyi lagu i have a dream, jadi sebenernya Airin bisa nyanyi pake piano itu. Airin belajar terus ya, biar nanti kalau sudah besar makin banyak lagu - lagu yang bisa di nyanyiin sama Airin pake piano itu, lama - lama Airin pasti bisa lebih pinter kok nyanyi pake piano itu"
Gadis kecil itu tersenyum mendengar kata - kata ku, sepertinya dia senang.
Sampai sekarang, tante terus mendo'akan Airin dari jauh, sekarang dia sudah 9 tahun dan dia tumbuh makin cantik.
Cerita tadi based on true story, tapi untuk nama dan tempat di samarkan ya :)
pelajaran yang bisa aku ambil dari kejadian itu adalah apa yang kita lakukan, kebaikan atau keburukan pasti ada balasannya, cepat atau lambat.
"Karma has no menu. You get served what you deserve..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar